Menarilah disini, tepat di fikiranku…

Acho | Love, Sumthin About | Saturday, June 14th, 2008

dance.jpg

Untuk beberapa saat kau pun mengukir senyum, aku bisa melihatnya dari sini, dari titik yang terpisah sedikit jarak, tak begitu dekat, namun tetap terlihat tegas. Tak kupungkiri, lekukan kecil dibibir yang barusan kau toreh, acap kali merapatkan sel-sel dalam tubuhku, yang sedari tadi berjauhan, karena kelelahan yang memperkosa raga sepanjang hari. Tapi sungguh, kau, dan segala yang ada pada dirimu, terus saja membelai, menabur, dan seketika saja membasuh rongga-rongga jiwa ini, yang sudah terasa jenuh dan murka akan penat. Menarilah sayangku, berputarlah ke segala arah, tamparkan terus pesona-pesona itu padaku, karena aku masih enggan berhenti takjub, saat kau mulai menyibak helai demi helai rambut yang jatuh diatas bulat kening indahmu itu.

Ah.. aku ingin sekali kau sentuh, aku betul-betul ingin meski sedikit saja, biarkan saja kulitmu menyentuh kulitku, lepaskan juga wangi itu, hembuskan pula nafas itu, biarkan terus menapaki titik demi titik di wajah ini, menyeruak, bergelinjang, menampar mimpi-mimpi. Semua itu, hari ini, berikut momen-momen yang tercipta, berulang kali membuat nafas ini terus berbisik samar namun jelas.. dan semakin jelas saja mengucap… “aku ingin kau terus menari, disini, tepat di fikiranku…

Powered by WordPress | Theme by Roy Tanck | Distributed by WordPress Theme Gallery